Vintage Tumblr Themes
Hari Oktarini

when i lived my life and feel this shit went too fast i even couldn't catch it...


1/17 Next

Tubuhku mulai dingin walau selimut ketat menutup. Aku tak tahu kapan akhirku, tapi suara dalam kepalaku berkata “Kalau ini akhirmu, apa yang akan kamu berikan kepada Tuhanmu? Apa yang akan rohmu lakukan setelah dia keluar dari ragamu? Bagaimana orang akan menemukanmu bila kamarku terkunci melulu? Bagaimana reaksi orang tuamu akan anak mereka yang mati terdahulu? Bagaimana kelak hidupmu di akhir sana? Bagaimana?” Aku hanya teringat akan sebuah tulisan tentang pengampunan, “La ila ha illallah” terus kuucap berungkali sembari menunggu waktu.

Lama ku ucap kalimat itu dan aku tunggu tapi tidak sampai juga akhirku hingga aku bangun, duduk, menulis lagi dan menatap langit dari jendela kamar sempit ini, “Tuhan, jika memang hari ini akhirku, jangan biarkan langit membiru dan udara menderu karena aku mau Bumi kehilangan aku.” 

Sombong memang, tapi apalagi yang bisa kulakukan kecuali meminta untuk diantarkan, walau tanpa teman. 

Ah, lagi-lagi pikiran “mati” yang datang, sebosan itukah aku hingga hanya akhir yang aku tunggu? Aku tak pernah memikirkan bagaimana aku menjalani hari esok, aku tak pernah memikirkan akan makan apa aku besok, jalan mana yang akan aku tempuh besok, buku mana yang akan aku baca besok, dan siapa yang akan kutemui besok?” Tidak, aku tidak memikirkan itu.

Segitu bosannyakah aku hingga hari ini langit biru, matahari bersinar terang, dan pohon tetap rindang tapi yang kulakukan hanyalah mengurung diri dalam kamar sempit ini dengan asap dan puntung rokok berserakan?

Kapan aku bisa bersyukur jika hanya dinding 3x4 ini yang selalu aku lihat? Kapan? Bisakah kau bantu aku menyelesaikan pikiran tentang akhir inidan membantuku berkhayal akan awal lagi jika awal itu memang ada?

Bisakah kau bantu aku menulis ulang catatan hari bila memang aku harus memulai awal dengan “Ah, cerahnya pagi ini!” 

BAH!! Aku bukan orang munafik seperti itu karena aku sudah tahu apa yang ada disekelilingku! Asap truk! Panas terik! Angin berdebu! Apa yang harus kusyukuri dari semua ini?! Apa?!

Mungkin disuatu sudut di kota kecil ini akan ada yang bisa menyenangkan aku dengan hanya mencium aroma badannya yang terperangkap dibantalku sehingga aku mulai bisa memikirkan masa depan lagi? Mungkin….

Jatinangor, 20 Oktober 2014 19:04

Saat aku terbatuk menunggu air matang


Tagged as: cerpen fiksi,


I see you on the dark side of the moon…. – Preview it on Path.





Karena disini, hidup tetep jadi apa adanya, bukan hura-hura semata…. with Grace – View on Path.



Selamat menjalankan ibadah nonton film sabtu malam at Pondok Dara 2 – View on Path.




Kapan lagi denger konser sambil tiduran di kosan…. at Pondok Dara 2 – Preview it on Path.




Kenapa malam identik gelap dan siang identik terang? Mereka punya dosa dimasa lalu sehingga bisa saling tak bertemu?
Kenapa hitam gelap dan kuning terang? Memangnya mereka bahagia dibedakan seperti itu?
Kenapa burung terbang dan singa mengaum? Apa mereka rela diberikan kodrat yang seperti itu?
Kenapa bangkai itu busuk dan bunga itu harum? Apakah mereka memamg mau dibilang seperti itu?
Tuhan, kenapa ada aku dan ada dia jika kami jika kami tak diizinkan menjadi kami?
Kenapa aku masih tidur di kasur ini sedangkan dia bergumul dengan malam?
Kenapa Tuhan?
Apa ini permainan hidup yang katanya panggung sandiwara itu?
Harus sandiwara seperti apa lagi yang kami mainkan agar terlepas dari kenapa ini kenapa itu?
Kenapa?
Apa ini sebuah ngawur yang muncul dari baur antara sakit kepala dan sakit perut ini?
Kenapa? Ada….@




Sore menjelang malam adalah waktu yang paling tepat untuk tidur




Jika kau pernah merasa memilikinya…. – Preview it on Path.





Edisi rambut yang makin gondrong. #instagram #selfportrait





"Mungkin kita yang baik-baik ini belum bisa mengimbangi mereka yang memang dasarnya bangsat, jadi ya sendiri saja dulu"


Tagged as: quoteoftoday,

Trademarknya udah “peace” gitu ceritanya #instagram #bukan #candid #halah




Lihat dua orang berkerudung difoto? Tebak yang mana ibu dan adik saya. #instagram #lebaran #throwback #halah #samlikum




Bahagia itu sesederhana anak-anak yang tetap menjadi anak-anak kok. Selamat lebaran ya #edisi #throwback #instagram #kids #laugh #nofilter